Friday, February 23, 2018

Clash of Clans Sepi Pemain Gara-Gara Mobile Legends?



Clash Of Clans memang sempat merajai industri game mobile. Namun sekarang, pamor gim besutan Supercell tersebut mulai memudar. Informasi ini mencuat saat Supercell mengalami penurunan pendapatan.
Menurut informasi yang dilansir Reuters, Jumat (23/2/2018), keuntungan Supercell menurun cukup drastis. Penurunannya bahkan mencapai 20,5 persen dibanding 2016. Bahkan, jumlah pemain Clash of Clans diketahui menurun, meski tak diungkap berapa persentasenya.

Milik Tencent

Seperti diketahui, mayoritas saham Supercell kini dimiliki oleh Tencent, raksasa teknologi asal Tiongkok.
Supercell sendiri dibeli Tencent senilai US$ 8,6 miliar atau sekitar Rp 114 triliun.
Tencent, perusahaan internet di balik aplikasi pesan instan WeChat dan portal internet QQ ini mengumumkan ingin membeli kepemilikan saham Supercell dari SoftBank sebesar 84 persen.

Akuisisi Terbesar

Transaksi ini menjadi akuisisi terbesar yang melampaui angka akuisisi Microsoft terhadap Skype pada 2011.
"Kita ingin Supercell menjadi tempat terbaik di mana orang-orang kreatif membuat game," kata CEO Supercelll Ilkka Paananen.
Ia menuturkan, kerja sama ini akan memberikan kesempatan besar agar Supercell lebih berkembang dan menyasar pemain baru lewat jejaring yang Tencent miliki.
Sekadar informasi, perusahaan asal Negeri Tirai Bambu ini juga sudah mengakuisisi Riot Games (pengembang gim League of Legends).
Dengan demikian, studio game pembuat gim mobile CoC, Clash Royale, dan Hay Day ini akan menjadi studio gim kedua milik Tencent.


0 comments:

Post a Comment